Ekologi dan Penyebaran Porang

Porang merupakan jenis talas-talasan yang tumbuh liar hampir di seluruh hutan Indonesia. Porang biasanya tumbuh alami di daerah vegetasi sekunder, di tepi-tepi hutan dan belukar, hutan jati, atau hutan desa.

Tanaman porong pada umumnya dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja, namun demikian agar usaha budidaya tanaman porang dapat berhasil dengan baik perlu diketahui hal-hal yang merupakan syarat-syarat tumbuh tanaman porang, terutama yang menyangkut iklim dan keadaan tanahnya.

Tanaman porang mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh. Tanaman porang membutuhkan cahaya maksimum hanya sampai 40%.

Tanaman porang dapat tumbuh pada ketinggian 0–900 mdpl. Namun yang paling bagus pada daerah yang mempunyai ketinggian 100–600 mdpl, suhu 25–35C, dan curah hujan 1.000– 1.500 mm/tahun.

Tanaman porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja, namun pertumbuhan optimal dicapai pada tanah gembur/subur disertai drainase yang baik, dan pH nya netral.

Perkembangbiakan

Perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Secara umum perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan melalui berbagai cara, yaitu: perkembangbiakan dengan umbi, perkembangbiakan dengan bulbil (katak/umbi biji), perkembangbiakan dengan umbi batang dan perkembangbiakan dengan bunga.

Perbanyakan tanaman secara vegetatif dari bagian-bagian umbi merupakan kegiatan budidaya porang yang paling umum dilakukan. Karena perkembangbiakan cara vegetatif ini lebih mudah dan dapat dilakukan dengan cepat.