Asal Muasal dan Sejarah Porang

Asal dan Sejarah Porang

Ordo: Alismatales

Famili: Araceae

Subfamili: Aroideae

Bangsa: Thomsonieae

Genus: Amorphophallus

Spesies: A. konjac

Pohon tanaman porang
Asal dan sejarah porang

Terkait asal muasal dan sejarah Porang, Mutia (2011) sebagaimana dikutib dari buku Sunarto (1986) menjelaskan dengan baik tentang porang dan sejenisnya. Bahwa tanaman ini merupakan tanaman yang berasal dari India dan Srilanka. Melalui Indocina, Malaka dan Sumatera, akhirnya porang menyebar di Jawa hingga Filipina dan Jepang (Mutia, 2011).

Tanaman Porang termasuk keluarga iles-iles. Di mana, menurut Indo (1983) dalam Ermiati dan Laksamanaradja (1996), yang termasuk kedalam marga Amorphophallus. Yang terdiri atas 80 jenis. Di Indonesia, yang paling banyak dijumpai adalah Amorphophallus campanulatus, Amorphophallus oncophyllus, Amorphophallus variabilis, Amorphophallus spectabilis, Amorphophallus decumsilvae, Amorphophallus mulleri dan Amorphophallus titanium yang dikenal sebagai bunga bangkai (Sufiani 1993).

Di Indonesia tanaman porang dikenal dengan banyak nama, tergantung pada daerah asalnya. Misalnya disebut acung atau acoan oray (Sunda), Kajrong (Nganjuk), dan lain-lain. Banyak jenis tanaman yang sangat mirip dengan porang yaitu diantaranya: Suweg dan Walur (Fernida, 2009).

Menurut Ohtsuki (1968) dalam Mutia (2011), jenis iles-iles yang dibudidayakan dan dipergunakan sebagai bahan makanan dan industri ada 3. Yakni: Amorphophallus campanulatus, Amorphophallus oncophyllus dan Amorphophallus variabilis (porang).

Di Pulau Jawa, Amorphophallus campanulatus disebut suweg. Sedangkan Amorphophallus oncophyllus dan Amorphophallus variabilis disebut porang (Jawa), kembang bangkai (Melayu), acung (Sunda), badur (NTB), lacong atau kruwu (Madura). Suweg ternyata tidak mengandung glukomanan dan berbatang halus. Sedangkan porang banyak mengandung glukomanan. Spesies Amorphophallus oncophyllus atau iles-iles yang berbatang kasar juga mengandung Glukomanan (Mutia, 2011).

Tanaman Porang biasanya tumbuh alami di daerah vegetasi sekunder. Misalnya di tepi-tepi hutan dan belukar, hutan jati, atau hutan desa. Tanaman porang pada umumnya dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja. Namun demikian agar usaha budidaya tanaman porang dapat berhasil dengan baik, perlu diketahui hal-hal yang merupakan syarat-syarat tumbuh tanaman porang. Terutama yang menyangkut iklim dan keadaan tanahnya.